Tips Mudah Usaha Fotocopy Lancar
1. Menjual alat tulis kantor (ATK)
Yang sering terjadi adalah omset penjualan ATK bisa lebih tinggi dari pada usaha fotocopy itu sendiri. Sebenarnya, dengan adanya mesin fotocopy, penjualan ATK bisa lebih lancar atau lebih banyak terjual. Dan sebaliknya jika tidak ada mesin fotocopy, maka penjualan ATK juga akan lebih sulit.
2. Lakukan upaya ‘jemput bola’
Sebaiknya jangan hanya menunggu konsumen datang, tetapi lakukan sistem jemput bola. Datangi langsung calon konsumen (seperti sekolah, instansi, perusahaan) untuk menawarkan jasa ini, dan jangan lupa membawa surat penawaran.
3. Perhatikan layanan after sales
Jangan sampai kamu membeli mesin fotocopy tetapi tidak mendapatkan pelayanan setelahnya. Pelayanan after sales bisa berupa garansi, layanan teknisi dan penyediaan spare part.
4. Pahami seluk beluk usaha fotocopy
Sebelum membeli mesin, belajarlah kepada orang yang lebih mengerti bagaimana cara memilih mesin, mengoperasikan mesin, menjilid buku, dan mendesain, agar kamu memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan usaha ini.
5. Gunakanlah Stabilizer
Di banyak tempat, seringkali terjadi daya listrik yang naik turun. Oleh karena itu, usaha fotocopy disarankan menggunakan stabilizer untuk menstabilkan daya listrik. Alat ini sangat penting jika kamu tidak ingin mesin fotocopy cepat rusak.
Bonus Tips
Hindari kesalahan fatal yang sering dilakukan pengusaha fotocopy pemula
Ada banyak kesalahan yang dilakukan pemula sehingga resiko kerugian dalam usaha ini makin besar. Berikut ini adalah beberapa kesalahan tersebut:
- Tidak memilih lokasi usaha dengan tepat.
- Belum mengerti spesifikasi mesin fotocopy terbaik untuk membuka usaha atau membeli tipe yang salah.
- Terlalu memaksakan diri untuk membeli mesin fotocopy, padahal modal belum mencukupi, misalnya dengan cara membeli secara kredit, sehingga biaya operasional bulanannya bertambah untuk membayar angsuran.
- Menggabungkan usaha fotocopy dengan usaha lain yang tidak sejalan, sehingga membuat mesin fotocopy jadi tak terlalu terlihat.
- Menggunakan mesin fotocopy dengan cara menyewa, sehingga harus bayar sewa tiap bulan.

